Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), akibat aksi ambil untung setelah selama tiga hari berturut-turut menguat.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember, turun USD9,3 atau 0,77%, menjadi ditutup di USD1.194,00. Emas berjangka tertekan, setelah indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,62% menjadi 95,65 pada pukul 19.45 GMT. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Sebelumnya, selama tiga hari berturut-turut kontrak emas berjangka meningkat, karena dolar AS yang terus melemah memberikan dukungan terhadap logam mulia. Aksi jual dolar AS berlanjut hingga Rabu 22 Agustus 2018, menyusul kritik Presiden Donald Trump terhadap kebijakan moneter The Fed.
Trump mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak senang dengan kebijakan kenaikan suku bunga Jerome Powell (ketua The Fed) dan mengatakan bank sentral AS harus berbuat lebih banyak untuk membantunya meningkatkan ekonomi. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 20,8 sen AS atau 1,41% menjadi menetap di USD14,542 per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober turun USD15,3 atau 1,93% menjadi ditutup pada USD793,7 per ounce.
*Dragun

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar